Teknik memancing Rawai Tuna ( Longline tuna)




Rawai Tuna atau Longline Tuna merupakan alat paling efektif untuk menangkap tuna, rawai tuna merupakan rangkaian sejumlah pancing dioperasikan sekaligus.
Satu Rawai Tuna biasanya mengoprasikan 1.000 hingga 2.000 mata kail untuk sekali turun, Rawai Tuna biasanya dioperasikan di daerah laut lepas atau perairan samudra,

Alat tangkap ini bersifat Pasif, yaitu menanti umpan di makan oleh ikan.
setelah pancing di turunkan ke perairan, lalu mesin kapal di matikan,sehingga kapal dan alat tangkap dapat hanyut mengikuti arus laut (Drifting), Drifting berlangsung selama 4-5 jam.Setelah itu mata kail diangkat kembali ke atas kapal.

Umpan Rawai tuna harus bersifat Atraktif, yaitu umpan memiliki ciri-ciri sebagai berikut,bersisik mengkilat, tahan di dalam air dan memiliki tulang punggung yang kuat.
Umum nya umpan yang sering di gunakan yaitu.
Lemuru (Sardinella sp.), Layang (Decapterus sp.), Kembung (Rastrelliger sp.) dan Bandeng (Chanos chanos).

Rawai tuna ini merupakan teknik memancing ramah lingkungan karena bersifat selektif terhadap jenis ikan yang ditangkap, jenis tangkapan utama yaitu ikan Tuna dan ikan Cakalang yang merupakan jenis komoditiyang exportable, sehingga pemanfaatan alat tangkap ini semakin meningkat.

Komentar

Postingan Populer